Jumat, 11 November 2016

Mengenal Kota Bekasi Lebih Dekat


Assalamu’alaikum ,Apa kabar semuanya?,kali ini saya akan bercerita tentang  kota kelahiran saya yaitu bekasi. Bekasi adalah salah satu kota yang menyanggah Jakarta, Bekasi dinilai menjadi kota yang sangat berkembang. Sekarang ini sebutan kota metropolitan pun semakin melekat di kota ini. Bahkan tidak jarang beberapa jurnal memuat Bekasi sebagai “The Next Megapolitan Town in Indonesia”. Bagaimana tidak, ada sekira 14 mal besar yang ada di kawasan ini. Terdapat 2 akses tol utama yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta. Dan satu diantaranya, Tol Bekasi Barat, menjadi kawasan yang sangat penting karena diapit banyak fasilitas umum hingga rekreasi mal besar di kota ini.
Sebut saja 3 mal besar yang berada di sekitar tol ini menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi; Metropolitan Mall, Grand Metropolitan Mall dan Mega Bekasi Hypermall.
Kota seluas 210, 49 KM2 ini adalah kota terluas ke 31 di Indonesia. Terdiri dari 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan. Namun berdasarkan data tahun 2010, kota ini memiliki kepadatan 2,3 juta penduduk atau menjadi peringkat ke 4 di Indonesia. Dengan Islam sebagai agama terbesar yang dipeluk penduduk setempat.
Sekarang ini, Bekasi dipercaya sebagai tempat tinggal yang kerap diburu oleh pasangan muda. Selain menjadi tempat tinggal, tentunya investasi menjadi alasan berikutnya. Tentu hal ini dipicu dengan dibangunnya kota-kota mandiri yang memiliki ragam fasilitas lengkap seperti sport center, pusat pendidikan terpadu, pusat pelayanan kesehatan, pusat perbelanjaan dan tatkala pentingnya adalah pusat wisata kulinet. Beberapa kota mandiri tersebut seperti Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, Galaxi City hingga Summarecon Bekasi menjadi 4 area yang makin populer.
Dan hal menarik lainnya yang dimiliki kota ini adalah gedung bioskop XXI di Mega Bekasi Hypermall yang merupakan terbesar se-Asia Tenggara, Car Free Day setiap minggu di sepanjanga Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Summarecon, dan juga Car Free Night di jalan tersebut yang mulai berlangsung malam minggu pukul 23.00-01.00 serta kawasan wisata kuliner lengkap di area Summarecon Mall Bekasi. Tidak lengkap rasanya bila inggin mengenal Bekasi tanpa mengetahui kebudayaan yang ada di Bekasi. Berikut adalah beberapa kebudayaan bekasi



1.        Kesenian Daerah Bekasi
Sulit menetapkan kesenian Kola Bekasi. Pasalnya, warga Kota Bekasi saat percampuran antara budaya Betawi, Jakarta dan budaya Sunda, Jawa Barat. Pasalnya, kebanyakan warga Kota Bekasi berasal dari Jakarta. Sedangkan, daerah itu sendiri masuk Jawa Barat yang masuk teritorial tanah Sunda.
Tapi, nyatanya kesenian Kota Bekasi lebih dekat dengan kesenian khas Jakarta. Pasalnya, Budaya Betawi warga Kota Bekasi masih sangat dekat dengan budaya Betawi.
Sejak Kerajaan Pasundan, 2 Jawara Adu Kemahiran Silat, Kota Bekasi rajin menginventarisir kesenian asli daerahnya. Setelah kesenian Topeng, kini satu lagi kesenian khas Kota Patriot itu akan dipopulerkan. Yakni kesenian Ujungan.
Kesenian Ujungan yaitu kesenian dengan memukul betis dan tulang kering, dengan memanfaatkan lull aren, seorang pemain Ujungan langsung meloncat-loncat dengan bergaya lucu. Ditambah lagi dengan laga kocak pemain Ujangan ini membuat penonton terpingka-pingkal. Agar tidak terkena penonton, maka disiapkan sendiri arenanya. Sejak tumbuh di jamannya, permainan Ujungan ini sangat digemari warga Kota Bekasi. Karena, mereka sangat terhibur apabila ada pagelaran kesenian ini digelar
Meski ditenggelamkan jaman, namun permainan tradisional Kota Bekasi ini mendapatkan perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk dijadikan kesenian khas Kota Bekasi. Bahkan, kesenian ini juga pernah dipertontonkan saat digelarnya pertunjukan kesenian antar daerah di Jawa Barat beberapa waktu lalu, (bersambung) sama dengan DKI Jakarta.
Ratusan tahun lalu, menurut para tokoh Bekasi yang kini masih hidup, permainan Ujungan dijadikan sebagai buhan canda. Salah satu tokoh seni Kota Bekasi, H.M Husin Ka-mali mengatakan Ujungan telah bermetamorfosa. Awalnya, Ujungan adalah permainan olahraga ketangkasan. Namun, dalam perjalanannya temyata difungsikan sebagai alat penghibur bagi masyarakat.
Kesenian selanjutnya yaitu berupa tari topeng Bekasi yang mana DKI Jakarta telah mengklaim tari Topeng Bekasi menjadi Tari Topeng Betawi.

2.        Segi Bahasa
Bahasa Bekasi benar-benar khas dan tidak ada yang menyamainya. Bahkan  bahasa yang lazim digunakan kebanyakan orang di Bekasi sangatlah unik. Bila diperhatikan, orang asli atau yang sudah lama tinggal di Bekasi akan berbicara dengan bahasa Sunda, atau terkadang hanya logatnya. Dengan membawa keaslian Sunda tersebut, Bekasi yang notabene adalah kota urban, terkena imbas budaya betawi yang begitu mudah masuk dan mempengaruhi nilai-nilai sosial, termasuk bahasa.
Seringkali orang Bekasi dapat dikenali ke-sunda-annya dari logat dan nada yang digunakan. Namun diksi dan kata-kata yang dipilih lebih mengarah ke bahasa Betawi. Sehingga dapat disimpulkan bahasa Bekasi adalah mixing antara Betawi dan Sunda yang membuat bahasanya lebih menarik dan asik untuk didengarkan.
Semua itu dapat dianggap sebagai sebuah nilai sosial yang bernilai tinggi, karena Bekasi telah memadukan bahasa Sunda yang klasik dan bahasa Betawi yang ekspresif menjadi bahasa Bekasi yang asik dan menyenangkan.

3.        Segi Peralatan Hidup dan Teknologi
Kemajuan teknologi pun kini tersosialisasi dengan baik dan bahkan telah berjalan. Diantara kemajuan teknologi yang telah berjalan di Kota Bekasi adalah mengolah sampah menjadi sumber energi listrik dan mengubah sampah menjadi Bio Oil yang tentunya melibatkan tenaga-tenaga yang handal dan profesional baik lokal maupun hasil kerja sama luar negeri.
Pertumbuhan masyarakat dan perkembangannya saat ini yang diiringi dengan tersedianya beragam fasilitas, sarana dan prasarana pendukung membuat perkembangan infrastruktur di Kota Bekasi patut diperhitungkan. Percepatan tersebut dilakukan melalui perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana jalan mencakup seluruh jaringan jalan yang ada, meski perlahan namun arahnya jelas. Selain itu, secara umum, kebersihan baik lingkungan maupun aliran air (sungai) telah menampakkan hasil yang positif. Sehingga, melihat upaya yang telah dilakukan jajaran Pemkot Bekasi melalui walikota dan wakilnya, sudah saatnya Kota Bekasi mendapat Adipura.

4.        Segi Organisasi Kemasyarakatan
Terlaksananya Program Perencanaan Partisipatif Masyarakat Desa (P3MD), tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang melatarbelakanginya yaitu UU No. 22 tahun 1999, Propeda, Renstrada dan Repetada Kabupaten Bekasi. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan meliputi tahap persiapan yang terdiri dari evaluasi program, penentuan lokasi sasaran dan menyusunan tujuan, sasaran dan kebijakan dalam pelaksanaan program. Tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan dimana pada tahap ini lebih bersifat informatif dalam bentuk sosialisasi yang diadakan pada tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Kemudian ditindaklanjuti dengan mengadakan pelatihan dan pengembangan untuk fasilitator desa yang didampingi oleh tenaga pendamping lapangan (Lembaga BM2). Tahap ketiga meliputi pengembangan, pemberdayaan dan evaluasi program dengam melibatkan masyarakat dan perangkat desa dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa dalam bentuk proposal usulan desa untuk diajukan pada tingkat kecamatan. Tahapan-tahapan dalam pelaksanaan program diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan prakarsa, swadaya, partisipasi, kerja sama, memberdayakan kemampuan dan potensi masyarakat serta sumber-sumber yang ada dalam masyarakat melalui diskusi kelompok, wawancara, observasi, brain storming, role playing dan studi dokumentasi.

5.        Segi Ekonomi dan Mata Pencaharian
Penggusuran lahan-lahan produktif telah menyebabkan banyak hilangnya potensi ekonomi masyarakat tradisional yang selama ini hidup dari pertanian yang memiliki kemampuan bukan dari bangku sekolah, melainkan dari ilmu turun temurun, perubahan paradigma yang terjadi tentu saja membuat sock mereka yang tidak memiliki kemampuan lain selain bertani, dampak yang terjadi adalah ada beberapa generasi yang kemudian termandulkan karena orang tuanya tidak lagi memiliki lahan penghasilan, sehingga tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, akibat dari itu maka yang terjadi kemudian adlah tercipatanya kesenjangan sosial, karena untuk bisa bersaing dikalangan industri mereka harus memiliki persyaratan formil, sehingga akibat dari terjadinya kesenjangan sosial ini maka kemudian munculnya tingkat kriminalitas akibat kalah persaingan.




Itu  merupakan ulasan saya tentang Kota Bekasi, semoga kalian bisa lebih mengenal Kota Bekasi. Cukup sekian artikel saya hari ini,mohon maaf jika ada beberapa kata dan data yang salah.Wassalamualaikum…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBIAYAAN USAHA BARU

Untuk melakukan usaha dalam pengembangannyan tentu kita memerlukan suatu pembiayaan yang begitu banyak sehingga harus melakukan suatu usah...